SIANTAR-MARSIANAGA | Tak satu pun pejabat Pemko Siantar, berani menjamin akan ada perbaikan tembok roboh di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Siantar. Sekda Kota Siantar Junaedi Sitanggang, berikut Kepala BPBD Siantar Dedi Harahap, tak berani bersuara dan kompak untuk bungkam.
Anggota DPRD Siantar Nurlela Sikumbang, memastikan jika dirinya sudah langsung berkoordinasi dengan dengan Kepala BPBD Siantar, Dedi Harahap. Nurlela berharap, Pemko Siantar segera memperhatikan kondisi tembok tersebut pascakejadian pada Kamis kemarin.
“Sudah kita koordinasikan. Kita berharap tentunya menjadi perhatian serius oleh BPBD Siantar khususnya wali kota. Agar jangan sampai menimbulkan dampak negatif di kemudian hari,” kata Nurlela, Jumat (20/10/2026) siang.
Kekuwatiran Nurlela, bukanlah berlebihan. Mengingat, posisi tembok sangat dekat ke bahu Jalan Singosari. Selain itu, ketinggian tembok yang mencapai hampir 5 meter dari permukaan bahu jalan, bisa saja membahayakan pengendara yang melintas di bawahnya. Apabila, sewaktu-waktu kembali longsor dan roboh.
“Kita lihat kondisinya cukup menguwatirkan. Sebab tembok itu sangat tinggi di atas bahu jalan. Jangan sampai tembok kembali roboh dan menimpa pengendara di bawahnya,” beber politisi PAN ini mengungkapkan kecemasannya.
Sayangnya, sehari setelah kejadian robohnya tembok tersebut, Sekda Siantar Junaedi Sitanggang, berikut Kepala BPBD Dedi Harahap, lebih memilih diam. Keduanya tak berani memberikan jaminan perbaikan tembok akan segera dilakukan.
Seperti diberitakan sebelumnya, tembok MAN 1 Siantar sepanjang hampir 200 meter, roboh sekira sepanjang 5-10 meter. Disebabkan, tanah pondasinya mengalami erosi akibat dikikis hujan deras berkepanjangan. Sejak Kamis (19/10/2026) dini hari hingga pagi menjelang.
Kepala MAN 1 Siantar, Lintong Sirait, turun langsung ke lokasi kejadian. Lintong terlihat ikut membantu mengevakuasi reruntuhan material tembok yang menutup hampir seluruh bahu jalan. Arus lalu lintas sempat macet tertutup material.
Beruntung setelah sisa reruntuhan material tembok roboh berhasil dievakuasi, arus lalu lintas akhirnya kembali normal. Dari pantauan Marsianaga, sampai Jumat siang, tak terlihat tanda-tanda akan ada perbaikan. (Ung)