SIMALUNGUN – MARSIANAGA | Brigjen TNI Abdul Rajak Rangkuti, menargetkan dua kecamatan di Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, sebagai lokasi SIMTRA (Simalungun Militery Training Area) bagi Kodam I/BB.
Demikian disampaikan Dandenmalat Rindam I/ BB, Mayor inf Budi Permana. Bahkan dipastikan Mayor Budi, pihaknya sudah mendapatkan respons positif dari pemerintah setempat bahkan masyarakat sekitar.
“Ketika turun langsung meninjau lokasi dan berkordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat juga perangkat pemerintahan, rencana Bapak Danrindam ini mendapat respons sangat positif,” terang Mayor Budi, Jumat (30/01/2026) pagi.
Didampingi Kadepmilum Rindam I/BB, Kapten EJ Sipayung, Mayor Budi juga menerangkan tujuan SIMTRA yang digagas oleh Danrindam Brigjen TNI Abdul Razak Rangkuti tersebut. Tidak hanya untuk kepentingan pertahanan, tujuan yang ikut mendasar adalah sebagai langkah antisipasi dan penanggulangan bencana alam. Khususnya, di wilayah Kabupaten Simalungun dan sekitarnya.
Keberadaan SIMTRA di dua kecamatan lanjut Mayor Budi, ada di Kecamatan Silou Kahean dan Kec Dolok Silau. “Diharapkan, SIMTRA dapat meningkatkan kesiapsiagaan aparat TNI dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam. Seperti banjir, longsor, dan kebakaran hutan yang kerap mengancam wilayah dengan kondisi geografis perbukitan dan hutan,” sambung Mayor Budi.
Program tersebut juga ditegaskan Mayor Budi, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat, TNI dan pemerintah daerah. Dimana kawasan latihan tersebut nantinya juga dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan penanganan darurat bencana. Evakuasi masyarakat, serta simulasi tanggap darurat.
Sejumlah pihak menilai bahwa pembangunan SIMTRA akan memberikan dampak positif bagi daerah. Baik dari sisi keamanan, kesiapsiagaan bencana, maupun peningkatan ekonomi masyarakat sekitar melalui pembangunan infrastruktur pendukung.
Pemerintah menegaskan bahwa dalam pelaksanaan program ini akan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Sosial, serta melibatkan masyarakat setempat agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.
Dengan adanya SIMTRA sebagai tempat latihan Kodam I/BB di Silou Kahean dan Dolok Silau, diharapkan wilayah Simalungun semakin siap menghadapi berbagai ancaman bencana alam. Sekaligus memperkuat pertahanan dan ketahanan nasional yg nantinya juga akan dilaksanakan reboisasi bagi lahan-lahan kosong.
“Tentunya reboisasi lahan-lahan kosong juga tak luput dari program ini. Rindam 1/BB bekerjasama dengan Dinas Kehutanan nantinya akan mereboisasinya,” tutur Mayor Budi menekankan, pihaknya dengan jajaran pemerintahan sekitar, dari para pangulu sampai camat, sudah bertemu dan berkoordinasi agar program SIMTRA berjalan sukses. (Ih)





