SIANTAR-MARSIANAGA | Direktur Operasional Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) Kota Siantar, H Evra Sasky Damanik, memastikan pihaknya tidak pernah mentransaksikan kios kepada pihak mana pun. Kalau ada menemukan orang yang mengaku bisa memasilitasi jual beli yang dimaksud, jelas itu hanya “Agen Langit”.
Demikian hal itu ditegaskan Evra, Kamis (12/02/2026) pagi. “PDPHJ tidak pernah menjual belikan kios. Masyarakat jangan mau percaya kalau ada yang menawar-nawarkan kios pasar horas untuk bisa dibeli,” kata Evra.

Selama ini, Evra mengaku tak pernah mendengar ada pihak-pihak tertentu yang mengambil kesempatan akan kabar rencana pembangunan Pasar Horas. “Kita menyangka. Kalau itu benar ada yang menjajakan, kita pastikan bukan dari PDPHJ,” sambung Evra lagi.
Kepada seluruh masyarakat, Evra pun meminta untuk tidak ragu melaporkan orang-orang yang terlanjur dan masih berani menjadi “Agen Langit” dengan motivasi menipu masyarakat.
Salah seorang warga Kerasaan Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun, mengaku senang dengan keterangan Evra kepada media. Sebab kalau tidak, sosok pria tegap ini pasti akan tertipu.
“Wah senang kita ada info dari media. Kalau gak, kena tipu juga kita,” ujarnya. Menurutnya, sehari sebelumnya, ada jiran tetangganya mendatanginya. Jirannya itu, bersama seoang pria tang tak dikenalnya. Mengaku, bisa memasilitasi pembelian kios di Pasar Horas. Untuk satu nomor pemesanan, dibandrol Rp15 juta.
“Jadi kita diminta uang pesan nomor dulu. Pelunasannya, pas proses pembangunan Pasar Horas sudah dimulai. Satu kios, seharga Rp100 juta,” paparnya.
Kabar itu awalnya membuat si pria sebut saja Doni, ini merasa tertarik untuk memiliki kios yang ditawarkan kepadanya. Namun hari itu, ia tak langsung bersedia membayar. “Saya minta waktu dua hari. Karena saya mau memastikan dulu. Dapat kabar itu tak benar, ya syukur saya jadi gak tertipu,” ungkapnya.
Doni memastikan, bahwa di kawasan kampungnya bahkan sampai ke Perdagangan Kabupaten Simalungun, sudah ada korban yang menyerahkan uang kepada para kawanan penipu mengatasnamakan pemasaran kios Pasar Horas tersebut. Doni berharap, masyarakat lebih berhati-hati jika ada yang menawarkan penjualan kios tersebut. (Aq)





